Seni merupakan suatu karya yang dibuat atau diciptakan dengan kecakapan
yang luar biasa sehingga merupakan sesuatu yang elok atau indah.
Kebutuhan akan seni budaya merupakan kebutuhan manusia yang lebih tinggi
diantara urutan kebutuhan lainnya. Seni budaya berkaitan langsung
dengan kesejahteraan, keindahan, kebijaksanaan, ketentraman, dan pada
puncaknya merupakan proses evolusi manusia untuk makin dekat kepada
Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, seni budaya akan berkembang
apabila masyarakat makmur dan sejahtera.
Berikut ini pengertian seni budaya menurut para ahli :
1. Harry Sulastianto
Seni budaya merupakan suatu keahlian mengekspresikan ide-ide dan
pemikiran estetika, termasuk mewujudkan kemampuan serta imajinasi
pandangan akan benda, suasana, atau karya yang mampu menimbulkan rasa
indah sehingga menciptakan peradaban yang lebih maju
2. M. Thoyibi
Seni budaya merupakan penjelmaan rasa seni yang sudah membudaya, yang
termasuk dalam aspek kebudayaan, sudah dapat dirasakan oleh orang banyak
dalam rentang perjalanan sejarah peradaban manusia.
3. Ida Bagus Putu Perwita
Seni budaya merupakan penunjang sarana upacara adat
4. Sartono Kartodirdjo
Seni budaya merupakan sistem yang koheren karena seni budaya dapat
menjalankan komunikasi efektif, antara lain dengan melalui satu bagian
saja dapat menunjukkan keseluruhannya
5. Edward B. Taylor
Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang didalamnya
terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adapt
istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat oleh seseorang
sebagai anggota masyarakat.
6. M. Jacobs dan B.J. Stern
Kebudayaan mencakup keseluruhan yang meliputi bentuk teknologi social,
ideologi, religi, dan kesenian serta benda, yang kesemuanya merupakan
warisan social.
7. Koentjaraningrat
Kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya
manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri
manusia dengan relajar
8. Dr. K. Kupper
Kebudayaan merupakan sistem gagasan yang menjadi pedoman dan pengarah
bagi manusia dalam bersikap dan berperilaku, baik secara individu maupun
kelompok.
9. William H. Haviland
Kebudayaan adalah seperangkat peraturan dan norma yang dimiliki bersama
oleh para anggota masyarakat, yang jika dilaksanakan oleh para
anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan dapat di
tarima ole semua masyarakat.
10. Ki Hajar Dewantara
Kebudayaan berarti buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia
terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti
kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran
didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan
kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai
B. Pengertian Seni Tari
Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan
waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan,
maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari
mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan.
Gerakan tari berbeda dari gerakan sehari-hari seperti berlari, berjalan,
atau bersenam. Gerak di dalam tari bukanlah gerak yang realistis,
melainkan gerak yang telah diberi bentuk ekspresif dan estetis.
Sebuah tarian sebenarnya merupakan perpaduan dari beberapa buah
unsur,yaitu wiraga (raga), Wirama (irama), dan Wirasa (rasa). Ketiga
unsur ini melebur menjadi bentuk tarian yang harmonis. Unsur utama dalam
tari adalah gerak. Gerak tari selalu melibatkan unsur anggota badan
manusia. Unsur- unsur anggota badan tersebut didalam membentuk gerak
tari dapat berdiri sendiri, bergabung ataupun bersambungan.
Menurut jenisnya, tari digolongkan menjadi tari rakyat, tari klasik, dan
tari kreasi baru. Dansa adalah tari asal kebudayaan Barat yang
dilakukan pasangan pria-wanita dengan berpegangan tangan atau berpelukan
sambil diiringi musik.Sedangkan berdasarkan koreografinya, jenis tari
dibedakan menjadi :
- Tari tunggal ( Solo ), Tari tunggal adalah tari yang diperagakan oleh seorang penari, baik laki-laki maupun perempuan. Contohnya tari Golek ( Jawa Tengah ).
- Tari berpasangan ( duet/pas de duex), Tari berpasangan adalaah tari yang diperagakan oleh dua orang secara berpasangan. Contohnya tari Topeng (Jawa Barat).
- Tari kelompok ( Group choreography), Tari kelompok yaitu tari yang diperagakan lebih dari dua orang.
Dalam sebuah tarian (terutama tari kelompok), pola lantai perlu
diperhatikan. Ada beberapa macam pola lantai pada tarian, antara lain :
- Pola lantai vertikal : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis vertikal, yaitu garis lurus dari depan ke belakang atau sebaliknya.
- Pola lantai Horizontal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk garis lurus ke samping.
- Pola lantai diagonal : Pada pola lantai ini, penari berbaris membentuk garis menyudut ke kana atau ke kiri.
- Pola lantai melingkar : Pada pola lantai ini, penari membentuk garis lingkaran.
Seni tari yang ada di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa kelompok :
- Tari Tradisional :Tari tradisional merupakan sebuah bentuk tarian yang sudah lama ada. Tarian ini diwariskan secara turun temurun. Sebuah tarian tradisional biasanya mengandung nilai filosofis, simbolis dan relegius. Semua aturan ragam gerak tari tradisional, formasi, busana, dan riasnya hingga kini tidak banyak berubah
- Tari Tradisional Klasik : Tari tradisional klasik dikembangkan oleh para penari kalangan bangsawan istana. Aturan tarian biasanya baku atau tidak boleh diubah lagi. Gerakannya anggun dan busananya cenderung mewah. Fungsi : sebagai sarana upacara adat atau penyambutan tamu kehormatan. Contoh : Tari Topeng Kelana (Jawa Barat), Bedhaya Srimpi (Jawa Tengah), Sang Hyang (Bali), Pakarena dan pajaga (Sulawesi Selatan)
- Tari Tradisional Kerakyatan : Berkembang di kalangan rakyat biasa. Gerakannya cenderung mudah Ditarikan bersama juga iringan musik. Busananya relatif sederhana. Sering ditarikan pada saat perayaan sebagai tari pergaulan. Contoh: Jaipongan (Jawa Barat), payung (Melayu), Lilin (Sumatera Barat)
- tari Kreasi Baru : Merupakan tarian yang lepas dari standar tari yang baku. Dirancang menurut kreasi penata tari sesuai dengan situasi kondisi dengan tetap memelihara nilai artistiknya. Tari kreasi baik sebagai penampilan utama maupun sebagai tarian latar hingga kini terus berkembang dengan iringan musik yang bervariasi, sehingga muncul istilah tari modern.
- Tari Kontemporer : Gerakan tari kontemporer simbolik terkait dengan koreografi bercerita dengan gaya unik dan penuh penafsiran. Seringkali diperlukan wawasan khusus untuk menikmatinya. iringan yang dipakai juga banyak yang tidak lazim sebagai lagu dari yang sederhana hingga menggunakan program musik komputer seperti Flutyloops.
C.Pengertian Seni Musik
Sebagai salah satu bagian dari seni, pengertian seni musik secara umum,
merupakan suatu kumpulan atau susunan bunyi atau nada, yang mempunyai
ritme tertentu, serta mengandung isi atau nilai perasaan tertentu.
Ada beberapa pengertian musik, yang diberikan atau hasil pemikiran para ahli, diantaranya ialah:
Musik adalah urutan bunyi-bunyian yang logis tetapi bukan logika dari
suatu argumentasi, musik adalah suatu himpunan teratur dari vitalitas,
suatu impian di mana bunyi-bunyian bersatu padu dan mengkristalisasi.
(Irwin Edman, filusuf Amerika)
Musik adalah bahasa dunia, ia tidak perlu diterjemahkan, dalam musik
berbicara dari jiwa kepada jiwa. (Alferd Aurbach, Universitas
California)
Seni musik (instrument art) adalah bidang seni yang berhubungan dengan
alat-alat musik dan irama yang keluar dari alat musik tersebut. Bidang
ini membahas cara menggunakan instrument musik, masing-masing alat musik
mempunyai nada tertentu di samping itu seni musik juga membahas cara
membuat not dan bermacam aliran musik, misalnya musik vokal dan musik
instrument.
Seni musik dapat disatukan dengan seni vokal. Seni instrument adalah
seni suara yang diperdengarkan melalui media alat-alat musik, sedangkan
seni vokal adalah melagukan syair yang hanya dinyanyikan dengan
perantara oral (suara saja) tanpa iringan instrument musik).
Melihat pengertian musik tersebut, membawa kita pada pengertian musik
yang lebih menjurus namun bersifat umum, dalam arti bahwa seni musik
merupakan salah satu karya seni.
Pada tingkat peradaban manusia yang masih rendah, seni musik telah
diinterpretasikan sedemikian rupa pada hampir seluruh aspek kehidupan,
masyarakat primitif memanfaatkan musik tidak hanya sekedar sarana
entertainment semata, tetapi mereka mempergunakannya juga sebagai alat
untuk upacara ritual keagamaan, adat kebiasaan bahkan sebagai alat
komunikasi dalam kehidupan sosial. Apresiasi mereka menunjukkan bahwa
musik mempunyai peran yang cukup urgen dalam kehidupan manusia.
Salah satu peran yang cukup menonjol pada seni musik yaitu sebagai
mediator. Pada konteks ini seni musik merupakan bahasa universal yang
diekspresikan lewat simbol-simbol estetis. Sebagai alat komunikasi musik
menjelma secara substansial menjadi sarana aktivitas interaktif antara
musisi dan audiencenya (pendengar). Pada tingkat inilah seni musik
menunjukkan peran yang cukup luas yang mencakup kehidupan sosial,
budaya, politik, ekonomi dan kehidupan religius (keagamaan).
D. Pengertian Seni Teater
Kata “teater” secara etimologi adalah serapan dari bahasa Inggris
“theater”, yang berarti “gedung pertunjukan atau dunia sandiwara”. Kata
“theater” diturunkan dari bahasa Yunani “teatron” yang berarti “takjub
melihat”.
Dewasa ini kata “teater” mempunyai dua makna. Pertama, teater yang
berarti gedung pertunjukan, yaitu tempat diselenggarakan suatu
pertunjukan. Kedua, teater yang berarti bentuk tontonan yang dipentaskan
di depan orang banyak.
Seni teater bisa diartikan segala keseluruhan yang mencakup gedung,
pekerja (pemain dan kru panggung), sekaligus kegiatannya (isi pementasan
atau peristiwanya). Ada juga pihak yang mengartikan seni teater sebagai
semua jenis dan bentuk tontonan, baik di panggung maupun arena terbuka.
Peristiwa tontonan mencakup tiga kekuatan, yaitu: pekerja, tempat, dan
komunitas penikmat atau penonton, serta terdiri dari tiga unsur yaitu:
kebersamaan, saat, dan tempat, sehingga peristiwa itu disebut sebagai
teater.
Seni teater merupakan peristiwa yang bisa menempati beberapa posisi.
Teater jika dilihat ke dalam, merupakan tindakan ekspresif yang
memperlihatkan gejolak rasional dan emosional seorang teaterawan
(pelakunya) dalam bentuk-bentuk artistik panggung. Panggung teater dalam
posisi ini bisa juga dianggap sebagai salah satu representasi dari
“sikap” sosial-politik masyarakat, di mana seni itu berproses dan
mendapatkan publiknya. Teater jika dilihat ke luar, dapat menempati
posisi juga sebagai peristiwa sosial, sehingga dalam pengertian ini
teater adalah bentuk aktif dari “tindakan” sosial-politik masyarakat.
Sedangkan pengertian Seni teater definisi bebas ialah suatu peristiwa
teater. Juga suatu pengalaman. Naskah, rencana sutradara, permainan para
aktor, komposisi ruang pada pentas, tata rias, kostum, perlengkapan
panggung, dan kehadiran penonton.
Teater terkadang juga disebut “drama” atau “sandiwara”. Kata drama
berasal dari bahasa Yunani “dram” yang berarti “gerak”, sedangkan kata
sandiwara secara etimologis berasal dari kata “sandi” (Jawa), yang
berarti “rahasia” dan “warah” yang berarti “ajaran”. Sandiwara secara
terminologis berarti “ajaran yang disampaikan secara rahasia atau tidak
terang-terangan”.
Ada lima tahap yang memungkinkan sebuah peristiwa teater bias terwujud, yakni:
- Lahirnya impian, gagasan, atau ide.
- Optimalisasi pengetahuan dan keahlian berteater.
- Bergulirnya proses kreatif.
- Terjadinya tindakan berteater.
- Kebersamaan yang saling berbagi.
E. Pengertian Seni Rupa
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang
bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan
dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur,
dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Seni rupa dibedakan ke dalam dua kategori yaitu:
1) Seni rupa murni
2) Seni rupa terapan
Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan
pemuasan ekspresi pribadi. Sementara kriya dan desain, lebih
mementingkan fungsi dan kemudahan produksi.
Secara umum, terjemahan seni rupa di dalam bahasa Inggris adalah “Fine
Art”. namun, sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah “Fine Art”
menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian
menggabungkannya dengan seni rupa desain dan seni rupa kriya ke dalam
bahasa “Visual Arts” atau “Applied Arts” atau dalam bahasa indonesia
adalah seni rupa terapan.
Seni rupa terapan mengacu kepada aplikasi desain dan estetika terhadap
benda-benda yang dipergunakan manusia sehari-harinya. Sementara seni
rupa murni, diciptakan hanya untuk pemuasan ekspresi pribadi, seni rupa
terapan menggunakan desain dan idealisme kreatif untuk menciptakan
benda-benda keperluan sehari-hari, seperti cangkir atau bangku, dekorasi
taman.
Bidang-bidang seperti desain industri, desain grafis, desain interior,
seni dekorasi, dan seni fungsional, merupakan contoh-contoh seni rupa
terapan. Dalam konteks kreatif dan abstrak, bidang arsitektur dan
fotografi juga dianggap sebagai seni rupa terapan.
1. Seni Rupa Murni
Seni rupa murni (pare/fine art) merupakan seni rupa yang tidak
memperhatikan unsur praktis. Karya seni rupa murni diciptakan khusus
berdasarkan kreativitas dan ekspresi pribadi pembuatnya.
Dalam seni rupa murni, terdapat beberapa aliran gaya. Aliran gaya, yaitu
aliran dalam gerakan seni rupa yang memiliki ideologi dan ciri khas
yang unik dan baru dalam karya-karya yang dihasilkannya. Aliran seni
rupa, di antaranya romantisme, ekspresionistne, impresionisme, dan
surcalisme. Cabang-cabang seni rupa murni, di antaranya sebagai berikut :
• Seni Lukis
Seni lukis merupakan cabang seni rupa murni yang karyanya berwujud dua
dimensi. Karya seni lukis, umumnya dibuat di atas kain kanvas dengan
menggunakan cat minyak atau cat akrilik. Karya seni lukis bergaya
naturalis (potert) dibuat sesuai dengan objek aslinya, misalnya
pemandangan alam, manusia, atau binatang. Karya lukis bergaya
ekspresionis (penuh perasaan) dibuat sesuai dengan ekspresi emosi
pelukisnya, seperti dalam pemilihan objek, figur, warna, dan garis.
Karya lukis abstrak, berbentuk tidak nyata atau tersamar sesuai dengan
khayalan pelukisnya sehingga kurang dimengerti oleh orang awam. Namun,
karya lukis abstrak mengandung berbagai alternatif baru dalam karya seni
rupa.
• Seni Grafis
Seni grafis merupakan cabang seni rupa murni yang karyanya berwujud dua
dimensi. Seni grafis dapat dibuat dengan teknik sablon (cetak saring),
cukil kayu (cetakan), etsa (pengasaman pada bahan metal), dan lito
(pencetakan dengan batu litho).
• Seni Patung
Seni patung merupakan cabang seni rupa murni yang karyanya berbentuk
tiga dimensi. Bahan yang digunakan untuk membuat patung, di antaranya
kayu, batu, atau logam. Karya patung yang besar biasa disebut seni
monumental.
• Seni Keramik
Seni keramik dapat juga dikategorikan sebagai cabang seni rupa murni
yang karyanya berwujud tiga dimensi. Keramik dibuat dengan menggunakan
bahan utama tempung, kaolin, atau tanah.
2. Seni Rupa Terapan
Senirupa Terapan atau biasa disebut dengan istilah Applied Art adalah
suatu karya senirupa yang memiliki nilai kegunaan atau fungsional
sekaligus memiliki nilai seni. Karya seni rupa ini bertujuan untuk
memenuhi kebutuhan praktis atau pemenuhan kebutuhan sehari-hari secara
materi, misalnya furniture, tekstil dan keramik.
Supaya lebih mudah memahami dan mengerti tentang senirupa terapan, maka
senirupa terapan dibagi dalam beberapa kategori seperti kategori menurut
fungsinya, wujudnya serta jenis- jenis bentuknya.
Pembagian Senirupa Terapan Berdasarkan fungsi.
Karya seni rupa terapan memiliki dua fungsi sebagai berikut.
- Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis (kegunaan), yaitu karya yang fungsi pokoknya sebagai benda pakai, selain juga memiliki nilai hias. Misalnya, perabotan rumah tangga, seperti meja dan kursi, lemari, dan tekstil.
- Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis (keindahan), yaitu fungsi yang semata-mata sebagai benda hias. Misalnya, karya batik atau tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding dan benda-banda kerajinan untuk penghias ruangan, seperti topeng, patung, dan vas bunga.
Berdasarkan wujud fisiknya, karya seni rupa terapan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
- Karya seni rupa terapan dua dimensi (dwimatra) Karya seni rupa terapan dua dimensi, yaitu karya seni rupa yang mempunyai ukuran panjang dan lebar dan hanya bisa dilihat dari satu arah. Misalnya, wayang kulit, tenun, dan batik.
- Karya seni rupa terapan tiga dimensi (trimatra) Karya seni rupa terapan tiga dimensi, yaitu karya seni rupa yang dapat dilihat dari segala arah dan memiliki volume (ruang). Misalnya, rumah adat, senjata tradisional seperti rencong dan pedang, serta patung
Pembagian Seni rupa Terapan berdasarkan Bentuknya
Karya seni rupa terapan yang terdapat di Indonesia sangat beragam dengan
aneka jenis, bentuk, fungsi, dan teknik pembuatannya. Bentuk karya seni
rupa terapan tersebut disini kami membaginya dalam empat kategori :
- Rumah adat
- Senjata Tradisional
- Transportasi Tradisional
- dan terakhir Seni Kriya
Contoh karya seni rupa terapan, yaitu :
- Ukiran adalah kegiatan mengolah permukaan suatu objek trimatra dengan membuat perbedaan ketinggian dari permukaan tersebut sehingga didapat imaji tertentu.
- Patung adalah benda tiga dimensi karya manusia yang diakui secara khusus sebagai suatu karya seni.
- Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian.
Post A Comment:
0 comments: